Dalam proses mencari pekerjaan, resume atau CV adalah dokumen pertama yang dilihat oleh perekrut. Karena itu, penting untuk menyusun resume dengan sebaik mungkin untuk menarik perhatian perekrut dan meningkatkan peluang dipanggil untuk wawancara. Namun, banyak pelamar kerja yang masih melakukan kesalahan umum dalam menyusun resume mereka, salah satunya adalah mencantumkan alasan meninggalkan pekerjaan sebelumnya.
Menyertakan bagian "Reason For Leaving" atau "Alasan Meninggalkan Pekerjaan" dalam resume adalah salah satu kesalahan paling umum yang dilakukan oleh pelamar kerja. Bagian ini biasanya ditempatkan di dekat deskripsi setiap pengalaman kerja pelamar, di mana mereka menjelaskan mengapa mereka meninggalkan pekerjaan tersebut.
Contoh kesalahan ini mungkin terlihat seperti:
PT ABC (2018-2020)
Sales Executive
Alasan meninggalkan: Gaji terlalu rendah
PT XYZ (2020-2022)
Marketing Manager
Alasan meninggalkan: Konflik dengan atasan
Ada beberapa alasan mengapa mencantumkan alasan meninggalkan pekerjaan sebelumnya dalam resume adalah kesalahan yang harus dihindari:
Solusi sederhana untuk masalah ini adalah menghapus seluruh bagian "Reason For Leaving" dari resume Anda. Fokuskan pada presentasi pengalaman kerja Anda dengan cara yang positif dan profesional.
Cantumkan informasi berikut untuk setiap pengalaman kerja Anda:
Contoh format yang lebih baik:
PT ABC (2018-2020)
Sales Executive
Meningkatkan penjualan sebesar 30% dalam tahun pertama melalui strategi pemasaran baru yang inovatif. Memimpin tim 5 orang untuk mencapai target kuartal secara konsisten.
PT XYZ (2020-2022)
Marketing Manager
Mengimplementasikan kampanye digital yang meningkatkan brand awareness sebesar 45%. Mengembangkan dan meluncurkan dua produk baru yang berhasil menembus pasar internasional.
Meskipun Anda tidak mencantumkan alasan meninggalkan pekerjaan di resume, kemungkinan perekrut akan menanyakannya saat wawancara. Berikut beberapa tips menjawab pertanyaan ini secara profesional:
Contoh jawaban yang baik saat ditanya kenapa meninggalkan pekerjaan:
"Saya telah belajar banyak dari posisi saya di sebelumnya, namun saya merasa sudah waktunya untuk mengambil tantangan baru yang lebih sesuai dengan keterampilan dan tujuan karier saya. Saya tertarik dengan posisi ini karena saya melihat kesempatan untuk mengembangkan kemampuan saya dalam [skil spesifik] yang juga menjadi fokus perusahaan Anda."
Mencantumkan alasan meninggalkan pekerjaan sebelumnya dalam resume adalah kesalahan umum yang harus dihindari. Informasi ini tidak memberikan nilai tambah pada resume Anda dan justru berpotensi merugikan Anda dengan memberikan kesan negatif kepada perekrut.
Solusinya adalah menghapus informasi ini sepenuhnya dari resume dan fokus pada pencapaian, keterampilan, dan kontribusi positif Anda. Jika pertanyaan tentang alasan pindah kerja muncul saat wawancara, jawablah dengan cara yang profesional, positif, dan fokus pada pertumbuhan dan peluang masa depan.
Dengan menyusun resume yang bersih dari informasi negatif dan fokus pada kekuatan Anda, Anda akan meningkatkan peluang untuk membuat kesan pertama yang baik dan maju ke tahap berikutnya dalam proses rekrutmen.